Menjadi Ga Malu-Maluin (aka Why I Haven’t Pursue any PHd Yet)

Postingan ini gw buat sebagai respons dari blog post salah satu temen kampus gw yang dulu sempet kesengsem mati sama bulu hidung gw namun cinta doi harus gw tolak karena doi suka ngupil pake jempol kaki. Postingannya doi sebenernya udah cukup lama dan basi. Gw udah berniat untuk merespons postingan doi lewat postingan juga di blog gw, biar kaya surat kaleng, tapi karena gw sibuk nyari kerja dan nyari jodoh, akhirnya baru sempet nulis sekarang. So, here goes.

Sedikit introduction bagi yang males baca postingan doi, di dalam postingan doi, doi menceritakan kegundahan doi atas keputusan gw yang tidak / belum mau mengambil studi S3. Doi membandingkan panjang bulu ketek doi yang jauh lebih pendek dari gw dan atas dasar itu, doi merasa minder karena doi memutuskan buat mengambil S3 sementara gw yang bulu keteknya lebih panjang, tidak mengambil S3. Sebenernya sih, gw ga perlu melakukan klarifikasi apa-apa, tapi secara karena gw udah keabisan ide buat nulis di blog ini, okelah, gw bikin klarifikasi. Ini juga sekalian untuk menjawab beberapa tawaran PHd yang disampaikan beberapa orang teman dan dosen ke gw.

Ada beberapa alesan kenapa gw tidak / belum mau ngambil S3. Alesan pertama adalah terkait dengan kekecewaan gw saat mengambil jalur FastTrack S2 di ITB. Gw bukan kecewa dengan kuliahnya atau thesis gw atau faktor external lainnya. I am really proud of what I achieved in my master studies dan sampe sekarang idung gw masih suka kembang kempis saat iseng baca2 ulang thesis gw. I still can’t believe I managed to make all those things. Yang gw kecewakan adalah keputusan gw untuk join program FastTrack yang kurang dipikir dengan matang-matang. Semuanya keburu-buru karena gw udah hampir lulus S1 dan gw belum tau mau ngapain (aka blm ngeapply kerjaan kemana-mana). Jadi, begitu ada offer FastTrack S2, gw main ngambil aj dengan dalih ‘daripada nganggur’. Consequently, di tengah FastTrack, gw sempet goyah dan memutuskan buat kerja di suatu airline selama 8 bulan sambil tetap melakukan kuliah FastTrack. Gw akhirnya keteteran and ended up not delivering well on both my studies and my work. I ended up quitting my job and making everyone in the company hate me for it and I was one year late in completing my master studies.

Jadi, ya, untuk S3 yang jangka waktunya lebih lama dan tingkat kesulitannya JAUH lebih tinggi daripada S2, gw ngerasa perlu komitmen yang ekstra agar gw bisa tetap fokus ngejalanin S3 tanpa ‘goyah’ kaya pas FastTrack dulu and I dont think I have it in me now.

Alesan kedua gw adalah terkait dengan practicality dari ilmu/skill yang gw punya. Beres S2, gw berkesempatan buat kerja serabutan di perusahaan milik dosen gw dan lalu gw berkesempatan buat kerja selama 3 tahun di Jepang di perusahaan yang membuat hydroturbine. Dari pengalaman kerja gw di 2 perusahaan ini, mata gw yang sipit ini terbukakan. Gw merasa bahwa ilmu/skill yang gw punya itu terlalu theoritical and borderline impractical. Sebagian dari diri gw merasa harusnya gw beres S1 langsung kerja dulu di perusahaan semacam ini buat dapetin ilmunya secara practical. That way, I will be of an engineer instead of a scientist. Bukannya brarti jadi scientist itu lebih jelek dari engineer, hanya saja, gw merasa ada kepuasan tersendiri saat design yang gw buat di perusahaan tersebut bener2 terrealisasi dan jadi barangnya dan dipasang. It is like having your own daughter, walaupun dalam prosesnya, gw harus bolak-balik dimarahin orang manufaktur karena design gw kadang nyusahin buat dibikin.

So, gw merasa kalau gw ngambil S3, I would get back on full-on theoritical again. Gw tau banyak banget temen gw yang S3 yang berkarya dengan menciptakan barang beneran yang cangcing ajubile and they are pushing the edge of science and that is cool. But, then prototype is still a prototype. It is different than having your design made and installed in powerplant A. That is why, untuk saat ini, preferensi gw adalah mencari pekerjaan di industri (yang mana hingga saat ini gw masih belon dapet #curcol). It is just a matter of preference actually.

Alesan ketiga gw terkait dengan kompetensi yang gw punya. Ini sebenernya berawal dari gw yang agak kecewa dengan beberapa orang S3 di ITB yang kalau menurut pandangan gw pribadi kurang siap untuk melakukan S3. Menurut gw, sebagai mahasiswa S3 yang notabenenya akan membuat sesuatu yang bener2 baru, technical skill semacam make software A, B, C, atau melakukan analisis A, B, C, harusnya ud cangcing kaya membalikan telapak kaki bayi tetangga. Klo bagian ini aj masih keteteran, gimana mau membuat suatu inovasi baru? (Asek). Again, this is my personal opinion dan sebenernya sih, orang semacam ini cuman sebagian kecil dan banyak banget mahasiswa S3 yang cangcing ajubile. Tapi ya, somehow gw takut aj kalau gw masuk S3, gw akan masuk ke kategori yang kurang kompeten ini. Absurd sih emang, jadi selama gw merasa technical skill gw masih belum mumpuni, gw ga akan ngambil S3 dulu. Better hone my skill first in the industry while saving some money.

Jadi, buat temen gw yang merasa bulu keteknya kurang panjang buat S3, don’t think too much about it. Semua orang punya jalannya sendiri, mantan juga punya jalannya sendiri dan calonnya sendiri. I am sure you can do your PHd with flying colors. Just remember that 1 degree is equal to 0.0174533 and you’ll be fine. 😀

Lastly, secara temen gw menutup postingannya dengan lagu yang memotivasi, maka ijinkan gw menutup postingan ini dengan lagu yang selalu gw dengarkan sehabis bangun tidur untuk memotivasi gw. Enjoy…

Stepen, belum mau PHd

 

Advertisements
This entry was posted in Indonesian Post, Personal Blog. Bookmark the permalink.

One Response to Menjadi Ga Malu-Maluin (aka Why I Haven’t Pursue any PHd Yet)

  1. Haha, as always postingan loe emang keren2 bang! bangga gw punya 2 alumni kek kalian bedua *inspiring!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s