Stepen in Toulouse Ep 10: Kado Ultah

Okeh, sebelum gw memulai postingan ini, gw pengen mengemukakan terlebih dahulu 2 hal yang sangat penting. Yang pertama, gw rasa ud cukup safe untuk mengatakan dengan ini postingan serial Stepen di Toulouse yang awalnya gw rencanakan untuk trilingual (biasa, anak muda kebanyakan gaya) akan balik ke monolingual aj. I barely have the time to juggle my study, my games, and my imaginary girlfriend, jadi kayanya ga mungkin gw ada waktu buat nerjemahin tiap postingan ke bahawa Inggris, apalagi bahasa Perancis. Yang kedua adalah, gw pengen tekankan bahwa postingan ini adalah episode yang ke 10, bukan episode yang ke 9. Adapun episode terakhir sebelum episode ini rilis adalah Stepen di Toulouse episode 8 dan episode 9 memang sengaja gw pengen tulis belakangan, biar keren dan berasa plot twistnya, cem pelemnya Christopher Nolan. Okeh, mari kita mulai postingan ini.

Para penggemar setia gw tentunya tahu kalau tanggal 31 Desember kemaren gw ultah (Yang belom ngucapin selamat, buruan ngucapin! Ada undian berhadiah uang tunai yang bisa kamu dapatkan!). Secara gw jomblo, tentu saja ga ada cewe yang ngasihin gw kado ultah, jadi supaya hidup gw ini ga madesu2 banget, adalah tradisi gw untuk membelikan diri gw sendiri kado sesuatu yang mahal lengkap dengan kartu ucapan selamat yang gw tulis sendiri buat gw (Sedih ga tuh…). Adapun taon ini, gw bermaksud buat membelikan diri gw sendiri Lego SHIELD Helicarrier. Bagi yang ga tau apa itu, berikut adalah bentuknya lego SHIELD Helicarrier. Mahal sih, 350 euro cuman buat maenan dablek kaya begini. Klo nyokap gw tau, gw yakin gw pasti dicoret dari akta kelahiran. Tapi gapapalah, itung2 hadiah karena gw ud tekun belajar selama 3bulan ini di Perancis.

But then, kita sebagai manusia tidak bisa melawan sifat bawaan lahir kita.

Sebagai seorang berketurunan Tionghoa yang suka cebok pake tangan kanan, gw ini memang pada dasarnya pelit. Saking pelitnya, 2 menit 30 detik setelah gw order maenan lego tersebut di Amazon, gw langsung cancel sendiri. Yes, persis kaya waktu gw di Jepang dan mau beli Lego Mindstorm. Gw pun jadi berpikir: Kasian banget yah cewe yang nanti jadi istri gw.

So eniwei, sedikit depresi karena ngecancel orderan lego tersebut, gw pun mencoba untuk mencari konsolidasi. Sesuatu yang bagus bikin gw bahagia, tapi murah.

Gw pun berpikir keras sampe akhirnya ketiduran. Bangun2 gw pun mendapatkan pencerahan.

Dengan melakukan metode root cause analysis alias naze naze bunseki, gw pun berkesimpulan bahwa semua yang menyedihkan ini adalah asal muasalnya adalah karena gw jomblo. Dengan mengobati kejombloan gw, yang adalah akar dari seluruh masalah laki-laki di dunia ini, gw bisa mengobati kesedihan gw dan menjaga perdamaian dunia. So, gw memutuskan untuk serius nyari jodoh setelah kurang lebih 2 taun ini gw terus-terusan berpura-pura untuk pura-pura udah move-on ke semua orang, supaya orang pikir gw itu pura-pura pura-pura move-on, padahal sebenernya gw pura-pura pura-pura pura-pura belum move-on.

Secara gw ini sekarang di Perancis, tentu saja prosedur mencari jodoh ga bisa mengandalkan koneksi mak gw yang lebih hebat dari jaringan intel FBI. Gw harus mencari jodoh ala ‘barat’: ke bar, bersosialisasi, dan akhirnya mendapatkan cewe rabun ayam untuk gw kibulin. Dan untuk melakukan semua hal ini, tentu saja gw yang notabenenya newbietolnget butuh bantuan seorang teman untuk jadi wingman gw. Dan secara untuk mendapatkan seorang wingman yang baik untuk membantu gw mendapatkan jodoh ini, gw sendiri juga harus terlebih dahulu menbuktikan bahwa bahwa gw adalah seorang wingman yang baik dan benar, walau kalo ngupil suka kedaleman. Dan untuk menjadi seorang wingman yang baik, hanya ada satu kado yang cocok buat gw:

The Bro Code, bonus jempol cangcing gw!

Ga pake lama, gw pun langsung ngorder buku tersebut dan hari ini buku tersebut nyampe. Tentu saja, mengikuti trend manusia2 masa kini yang ngeposting foto makanannya di instagram sebelum mereka makan, maka gw pun menulis postingan ini, agar semua dunia tahu bahwa sebentar lagi akan jadi seorang wingman yang handal.

Jadi, demikianlah postingan episode ke 10 Stepen di Toulouse ini yang gw siasiakan demi pamer buku baru gw. Tentu saja setelah ini, gw akan buka jasa wingman untuk membantu teman2 lelaki yang senasib sependeritaan dengan gw. Bagi mereka yang butuh bantuan, please, jangan sungkan. I am here to help.

Stepen, Calon Nominasi Best Wingman 2017

Advertisements
This entry was posted in Indonesian Post, Kisah Hidup Stepen OjoNgono, Personal Blog, Stepen in Toulouse. Bookmark the permalink.

One Response to Stepen in Toulouse Ep 10: Kado Ultah

  1. linkse says:

    Mana sini alamat biar gw kirimin kado. Lego?? Mureeeeh!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s