LPDP, ISAE, and How to Make It Work?

Okeh, secara ternyata cukup banyak yang nanyain gw tentang ISAE, LPDP, dan tetek bengek di antaranya, gw memutuskan untuk menulis postingan khusus buat menjelaskan hal-hal ini, biar kalo ada yang nanya lagi bisa gw refer langsung ke halaman ini. Yang nanya puas pertanyaannya terjawab dan gw pun puas karena dapet traffic (Gaya). Supaya ga membosankan, gw akan mewawancarai diri gw sendiri lalu menuliskan transkripnya di postingan ini dengan diselingi foto-foto seksi gw, biar kaya format majalah FHM. Okeh, mari kita mulai.

***

Stepen: Selamat malam, pak Stepen.

Stepen: Selamat malam, dek.

Stepen: Sebelumnya terima kasih atas kesediaannya untuk diwawancarai. Saya tahu bapak saat ini sedang sibuk maen Overwatch dan menunggu jodoh yang tak kunjung datang namun bapak tetap meluangkan waktu bapak untuk diwawancara. Sekali lagi, terima kasih, pak.

Stepen: Iya, tidak apa2, saya juga senang bisa berbagi informasi bagi adik-adik saya yang saat ini sedang tersesat di luar sana.

Stepen: Oke, mari kita mulai, pak. Saat ini bapak sedang berkuliah di ISAE, betul, pak?

Stepen: Iya, benar.

Stepen: Bapak mengambil jurusan apa di ISAE, pak?

Stepen: Saya saat ini terdaftar dalam program Advanced Master TAS Aero – option Flight Test Engineering (FTE).

Stepen: Wah, panjang yah pak, nama jurusannya?

Stepen: Yah, kira-kira begitu.

Stepen: Kalau boleh tau, apa yang bapak pelajari di program ini, pak?

Stepen: Gampangnya, saya belajar tentang uji terbang alias flight test dan detail-detail di dalamnya, seperti prosedur uji terbang, teknis instrumentasi, pengolahan data, dan sedikit tentang human factor.

Stepen: Apa yang membuat bapak tertarik untuk mengambil program ini?

Stepen: Karena titlenya keren. Coba anda bayangkan, anda berkenalan dengan orang lain, salaman dan berkata, “Stepen, Flight Test Engineer,” sambil menggal menggol, dijamin para tante-tante pada kelepek2.

Stepen: Lalu apa bedanya program Advanced Master ini dengan program MSc biasa?

Stepen: Yang paling fundamental adalah program MSc ini durasinya 2 tahun, sementara Advanced Master hanya setahun. Jumlah kaum hawa di program Advanced Master juga lebih sedikit karena pesertanya lebih sedikit. Biasanya, program2 yang ditawarkan Advanced Master juga lebih spesifik, seperti saya Flight Test Engineering. Selain itu ada juga Advanced Master seperti:

  • Aircraft and Helicopter Engineering (disingkat AHEY)
  • Advanced Manufacturing Process for Aeronautical Structure (disingkat AMPAS)
  • Aeronautical Maintenance and Support (disingkat AYO MAS)
  • Aerospace Project Management (disingkat AYO PEM)
  • Master in Embedded System (disingkat MEMS)
  • dan lain-lain

Stepen: Banyak yah, pak, kok apal?

Stepen: Kalau genius, memang BEDA!

Stepen: Siapa, pak?

Stepen: Siapa nanya?

Stepen: Ah, bapak bisa aj… Oke, pak, kembali ke laptop. Bapak bersekolah di ISAE ini dengan dibiayai LPDP, benar begitu bapak?

Stepen: Benar. Biar kutuan begini, kata temen seangkatan LPDP saya, kita2 ini jomblo yang dibiayai negara. Sungkem kamu!

Stepen: <sungkem lalu lanjut bertanya> Kalau boleh tau, bagaimana ceritanya detailnya, pak? Mungkin bisa di-share?

Stepen: Boleh. Tapi ini ceritanya panjang, saya ke WC sebentar yah.

Stepen: Silahkan, pak.

Stepen: Tapi kamu ga usah ikut.

Stepen: Oh, maaf, pak, kebiasaan.

Stepen: <ke WC, pipis sambil maen Plant vs Zombie buat nungguin pipisnya beres, lalu kembali diwawancara>

Stepen: Maaf, pak, itu resleting belum ditutup.

Stepen: Oia, lupa, maaf, maklum, udah berumur.

Stepen: Kok pesing yah, pak?

Stepen: Oia, maaf, saya juga lupa nge-flush. Sebentar ya, dek. <ke WC, nge-flush, lalu kembali diwawancara>

Stepen: Jadi bagaimana, pak, ceritanya?

Stepen: Jadi, sebenarnya di akhir tahun 2014, saya iseng mendaftar ke ISAE dan Cranfield dan di awal tahun 2015 saya dinyatakan diterima di keduanya dan mendapatkan LoA dari kedua universitas tersebut. Nah, 14 Febuari 2015, Valentine Day, tapi saya jomblo, jadi daripada saya bengong-bengong aj di kamar dan ujung2nya depresi, saya pun apply LPDP dengan modal LoA dari kedua universitas tersebut.

Stepen: Kenapa bapak mendaftar ke kedua universitas tersebut, pak?

Stepen: Sebenarnya, tujuan utama saya adalah ISAE, karena wanita Perancis lebih manis. Namun karena ISAE tidak ada di daftar universitas yang diakui LPDP, saya pun memutuskan untuk daftar ke Cranfield juga, sebagai cadangan in case LPDP tidak menyetujui ISAE sebagai kampus pilihan saya. Sebenarnya Cranfield sendiri juga tidak ada dalam daftar universitas LPDP, namun karena sudah ada beberapa orang sebelum saya yang berhasil mengajukan perpindahan universitas ke Cranfield, saya pun memilih Cranfield sebagai cadangan saya. Adapun karena kedua pilihan universitas ini tidak ada dalam daftar LPDP, saya menginput University of Manchester ketika mendaftar LPDP.

Stepen: Oh, seperti itu, pak. Lalu bagaimana cerita selanjutnya?

Stepen: Proses aplikasi berjalan normal seperti biasa. Setelah beberapa bulan, saya dipanggil untuk interview LPDP dan di interview itu saya jelaskan tentang masalah pelik pindah kampus ini. Saya juga jelaskan saat interview tentang ISAE dan tentang kenapa saya kalau jalan agak ngondek. Mereka pun maklum saya ngondek dikit dan puji Tuhan, saya lolos seleksi dan mengikuti persiapan keberangkatan alias PK yang diwajibkan oleh LPDP. Untuk mengikuti PK ini, saya pun madol seminggu dari pekerjaan saya di Jepang. Selesai PK, saya kembali ke Jepang dan leher saya pun digaruk boss.

Stepen: Lalu bagaimana proses pengajuan perpindahan universitar?

Stepen: Prosesnya sulit.

Stepen: Sulit bagaimana, pak?

Stepen: LPDP mensyaratkan kita untuk mendapatkan LoA terlebih dahulu dari kampus tujuan kita. Setelah mendapatkan LoA dari ISAE, selanjutnya saya membuat surat permohonan perpindahan universitas yang disertai juga 2 surat rekomendasi tentang ISAE dan program studi pilihan saya. Surat rekomendasi yang pertama adalah dari Kedubes Perancis di Jakarta dan surat yang kedua adalah dari bapak TM, dosen saya yang juga kebetulan lulusan ISAE.

Stepen: Lalu bagaimana, pak?

Stepen: Permohonan saya ditolak.

Stepen: APA? KENAPA? KENAPA?

Stepen: Tenang, dek, jangan emosi dahulu. Adapun LPDP menuntut surat rekomendasi tambahan yang ditulis oleh professor di bidang penerbangan dan pakar professional di bidang penerbangan. Sebenarnya, saya sendiri sudah menghubungi 2 orang yang saya tahu adalah professor di bidang penerbangan. Adapun kedua orang tersebut adalah ISP dan HD, sayangnya e-mail saya tidak dibalas.

Stepen: Lalu, saya dengar, ada cerita lucu terkait tuntutan surat rekomendasi ini oleh LPDP.

Stepen: Bukan cerita lucu, kalau bilang cerita lucu, nanti saya didemo lagi. Intinya saya bertanya kepada LPDP, pakar penerbangan yang diinginkan LPDP untuk menulis surat rekomendasi itu seperti apa? Dan mereka mereply, bapak BJ Habibie. Kontan saya pun melongo saat membaca e-mail balasan tersebut. Siapa saya sampe berani minta surat rekomendasi ke pak Habibie. Orang sesibuk beliau, mana mungkin sempat menulis surat2 rekomendasi seperti ini. Apalagi, saya pun tidak punya koneksi ke beliau. Yang saya punya hanya koneksi ke abang2 Batagor Aloy. Saya pun depresi.

Stepen: Lalu bagaimana selanjutnya, pak?

Stepen: Untungnya waktu itu ada Spongebob maen di TV, saya nonton dan seketika saya pun semangat lagi. Saya pun meminta bantuan dosen saya, bapak TM, untuk mengenalkan saya dengan seorang pakar penerbangan yang lulusan ISAE juga. Beliau mengenalkan saya kepada bapak AP dan singkat cerita saya pun mendapatkan surat rekomendasi dari bapak AP. Di tengah e-mail2an dengan bapak AP, saya juga iseng menghubungi bapak Ilham Habibie yang kontaknya saya dapatkan dari junior saya. Iseng-iseng berhadiahlah, pikir saya waktu itu. Di luar dugaan, beliau membalas e-mail saya, menanyakan kualifikasi saya dan setelah membaca CV saya, beliau pun menyatakan bersedia menulis surat rekomendasi untuk saya. Saya pun bangga ular naga panjangnya bukan kepalang, karena saya merasa setidaknya kualifikasi saya diakui orang sebagul beliau. Setelah itupun saya makan KFC 5 hari berturut-turut untuk merayakan kemenangan ini. Seminggu kemudian, saya pun jatuh miskin.

Stepen: Lalu apakah kemudian permohonan perpindahan universitas tersebut diterima?

Stepen: Tentu saja… Dengan 4 surat rekomendasi tersebut, LPDP pun menyetujui perpindahan universitas saya ke ISAE dan sisanya hanya tetek bengek biasa seperti tanda tangan kontrak, pendaftaran akun Simonev untuk transfer2 duid, dan bantu2 komunikasi LPDP-ISAE untuk pelunasan tuition fee. Semuanya pun lancar, kecuali kehidupan percintaan saya.

Stepen: Lalu bagaimana kelanjutannya, pak?

Stepen: Selanjutnya, ya seperti yang adek lihat, saya di Toulouse, kota pusat teknologi penerbangan Eropa, untuk berkuliah sekaligus cari jodoh.

Stepen: Ada pesan mungkin untuk junior2 bapak yang ingin menyusul bapak ke Perancis?

Stepen: Tidak ada.

Stepen: Masa tidak ada? Sedikit saja.

Stepen: Ya, intinya adalah pantang menyerah aj. Walau ditinggal kawin sama mantan, tetap pantang menyerah ngestalkerin mantan.

Stepen: Okeh kalau begitu, terima kasih sekali bapak Stepen atas waktunya untuk diwawancarai. Terima kasih atas waktunya dan good luck untuk studinya dan semoga lekas dapat jodoh.

Stepen: Iya, sama-sama.

***

Fiuh, kira-kira demikianlah wawancara gw dengan diri gw sendiri. Semoga bisa berguna bagi yang membutuhkan. Kalau kalian ada pertanyaan tambahan, monggo disimpan saja dalam hati atau ditanyakan langsung via komen. Sekarang saatnya gw tidur cantik demi perut six pack. Salam Goyang!

Stepen – Jomblo yang dibiayai Negara

Advertisements
This entry was posted in Indonesian Post, My Weird Thoughts and Opinions, Personal Blog. Bookmark the permalink.

3 Responses to LPDP, ISAE, and How to Make It Work?

  1. Mantabbb bang dapat rekomendasi dari Pak Ilham Habibie.. Top sukses selalu

    Like

  2. Athalia says:

    halo bapak flight test engineer, perkenalkan sy lulusan S1 Akuntansi dengan pengalaman kerja 3,5thn di flag carrier sbg internal auditor. mohon pencerahannya sy ada keinginan untuk ambil S2 terkait financing di industri penerbangan yang memang punya spesifikasi cukup unik dari industri yg lain; dari hasil googling sana sini yang kampus yang menyediakan jurusan terkait adalah:
    1. ISAE SUPAERO-Aerospace Project Managemet (https://www.isae-supaero.fr/IMG/pdf/fiche_ms_apm_18.pdf)
    2. Purdue Polytechnic (https://polytechnic.purdue.edu/degrees/aerospace-financial-analysis)
    3. Embry Riddle/ERAU (http://asia.erau.edu/degrees-programs/master-business-administration-aviation-full-time/index.html)

    Yang ingin sy tanyakan:
    1. Purdue University termasuk dalam salah 1 list kampus di LPDP, tapi university nya bukan polytechnic-nya; kira-kira apakah bisa ya?
    2. Dari ke-3 kampus itu sebenarnya sy pinginnya di ISAE karena letaknya di eropa, tapi utk join APM harus ada background teknik atau pengalaman di dunia profesional min 3 thn, tapi ga spesifik disebut pengalaman profesional itu sebagai apa. Adakah teman yg ambil jurusan itu dengan background ekonomi?

    Mohon arahannya suhu, sy berada dlm quarter life crisis, butuh masukan buat ambil langkah berikutnya yg bisa meningkatkan ilmu dan karir sesuai passion sy di dunia airline.
    Thanks in advance

    Like

    • Stepen says:

      Athalia tukang itung duid,

      Salam goyang,
      Terkait pertanyaan nomer satu, kalau melihat dari sini (https://polytechnic.purdue.edu/about), sepertinya sih Purdue Polytech ini
      bagian dari Purdue Univ, jadi harusnya sih kamu bisa langsung apply. Kalaupun ternyata dianggap berbeda oleh LPDP, tinggal mengajukan permohonan pindah universitas kaya yang gw lakuin.
      Terkait pertanyaan nomer dua, terus terang, karena gw di FTE, semua yang masuk pengalaman kerjanya di bidang teknik. Tapi secara kamu pengalaman kerjanya di Garuda, menurut gw sih ga ada masalah, harusnya ISAE mau nerima itu. Saran gw, coba apply aj dulu, toh untuk apply ke ISAE ga perlu keluar biaya. Paling repot di mintain surat rekomendasi aj… 😀

      Semoga jawaban gw berguna. Sukses terus dalam quarter life crisisnya yak…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s