Stepen di Toulouse Ep 5: Amelie de la Genjot

Selaku manusia yang telah dinobatkan sebagai cowo terpelit sepanjang masa oleh majalah Times, adalah pantangan bagi gw untuk menghabiskan uang sebesar 3.10 euro untuk sekali jalan PP dengan Metro (kereta bawah tanah untuk dalam kota). Sebenernya ongkos tersebut bisa lebih murah klo gw beli tiket langganan bulanan ataupun tahunan. Tapi, secara gw sdr ga tentu akan sering jalan kmn2 pake Metro (jomblo, begitulah), gw yakin gw ga akan tll make tu tiket langganan. Besides, keluar duid 100 euro sekaligus itu sakitnya bukan main walaupun in the end lebih hemat. So, untuk ‘lebih’ menghemat pengeluaran gw agar bisa gw hambur2kan untuk hal2 yang lebih ‘bermanfaat’ seperti drone Karma buatan GoPro atau Lego Mindstorm yang sejak dulu gw idam-idamkan namun ga kesampean, gw pun memutuskan untuk ngebeli sepeda sebagai modal transportasi utama gw.

Gw pun berkeliling ke beberapa toko sepeda yang ada di daerah sekitar gw yg gw temukan dengan bantuan google dan setelah gw banding2kan harganya dengan amazon, akhirnya gw memutuskan untuk beli sepeda gw dari amazon karena lebih murah dan bisa dikirim ke dorm (baca: gw ga perlu keluar duid lg buat pergi ke toko sepeda). Adapun sepeda yang gw beli adalah merk KS-cycling yg direkomendasikan seorang teman yang sejak pulang ke Indonesia, status facebooknya ngomongin sepeda mulu sampe hampir gw unfollow (Peace, Ja, hahaha). Satu hal yang luput dari antisipasi gw adalah: sepedanya kudu dirakit dulu.

Long story short, sepeda gw pun nyampe dorm 2 minggu yang lalu dan dalam keadaan pecah belah (baca: harus dirakit dulu). Untungnya, gw ini adalah engineer profesional dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam bidang merakit Gundam dan mengais2 cinta. Jadi, bagi gw, merakit sepeda adalah hal yang sepele. Kecil… Ibarat peribahasa: seperti membalikan telapak tangan anak balita yang blm diimunisasi.

Gw pun membongkar kemasan sepeda gw, menyusun rapih tiap komponen2 di lantai kamar gw, dan dengan seksama membaca petunjuk perakitan sepeda yang ditulis dalam bahasa Belanda atau Jerman, tergantung orientasi membaca elo. Setelah sadar bahwa gw ga bisa bahasa Belanda ataupun Jerman, gw pun langsung eksekusi dan mulai merakit sepeda gw yang kali ini akan gw namai Amelie de la Genjot. Proses perakitan dilakukan sembari nonton OK-jek dan ngemilin Pringles rasa bacon dan semuanya berjalan lancar sampai pada saat gw harus memasang ban depan gw.

Waktu masang ban depan, gw mendapati bahwa disk cakramnya bersentuhan dengan besi tempat nyantolin bannya (whatever that thing is called) dan kalau dipaksa pasang, ban gw jadi miring dan ga bisa muter. Gw pun puter otak dalam pose the thinking man dan mencoba berbagai solusi seperti ngendori mur di ban depan, ngendorin diskbrakenya, sampai akhirnya gw memutuskan untuk fokus dulu nonton OKjek karena si Josh mau ngajak Asna ke Jepang. Setelah Josh ditolak, gw pun kembali fokus ke sepeda.

Setelah beberapa alternatif gw tinjau dan gw coba dan ternyata gagal, gw memutuskan untuk menjadi McGyver dan memasan ban depannya terbalik, sisi kiri di sisi kanan, sisi kanan di sisi kiri, dan ternyata sukses. Ban bisa terpasang dengan baik tanpa ada bagian yang bertabrakan. Namun, sebagai konsekuensinya, gw ga punya rem depan. Well, ga masalah karena di Bandung dulu, gw terbiasa mengendarai sepeda dengan rem kaki, walaupun efek sampingnya, gw jadi harus beli sepatu baru tiap minggu.

So, untuk mengakhiri episode 5 ini, gw ingin mengenalkan/memamerkan partner terbaru gw yang mulai sekarang akan menemani gw selama 1 tahun ini di Perancis. Inilah dy, sepeda baru gw: Amelie de la Genjot (disingkat Adelag). Mohon doanya agar hubungan kami langgeng (baca: doi ga rusak) sampai dengan akhir studi gw disini.

Stepen –¬†Pesepeda Sejati

Advertisements
This entry was posted in Indonesian Post, Kisah Hidup Stepen OjoNgono, Personal Blog, Stepen in Toulouse. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s