Stepen di Toulouse Ep 4: Mencari Tempat Laundry

Ini adalah postingan trilingual (asek). Klik tautan berikut untuk Stepen in Toulouse Ep 4 versi bahasa Inggris dan tautan berikut untuk Stepen en Toulouse Ep 4 versi bahasa Perancis.

Berbeda dengan kebanyakan orang laen yang melakukan riset yang intensif untuk memilih tempat tinggal, tanpa pikir panjang dan mencari alternatif laen, gw langsung memutuskan untuk tinggal di dorm kampus gw. Kenapa? Well, pertamam karena gw males nyari tempat tinggal laen. Kedua, karena dorm kampus berarti jaraknya dekat dari kampus, yang berarti more time to sleep before waking up for class. Dan, yang ketiga, harganya yang menurut gw cukup terjangkau. Biaya sewa kamar gw adalah sebesar 299Euro per bulan, all-in, sudah termasuk listrik, aer, dan fasilitas olah-raga yang hingga saat ini belum gw pake. Dorm gw juga menyediakan fasilitas-fasilitas umum seperti dapur dan tempat laundry yang kita bisa pake rame-rame. Perfect. There is a catch though and I am obliged to tell you to avoid misleading you. I chose the cheapest/smallest room, which is only 14m2 including the bathroom inside. Kecil sih, but beggars can’t be choosers.

Dorm kampus gw terdiri atas 6 residence/gedung. Setiap residence terdiri atas kurang lebih 100 kamar (20 kamar/lantai). Gw sendiri tinggal di residence 4, di kamar paling ujung. Begitu gw tiba di dorm dan selesai membereskan administrasi dengan pengelola, gw pun langsung masuk kamar, menaruh semua bawaan gw, sajojo-sajojo sebentar, lalu berjalan mengelilingi residence 4 demi mengetahui dimana letak fasilitas-fasilitas dorm yang nantinya akan sering gw gunakan. Karena pada saat itu gw harus ke bank LCL (baca: Stepen di Toulouse Ep. 3), gw ga sempet keliling2 semua tempat. Gw hanya mengelilingi RDC (lantai dasar) dan mendapati ada salle de travail (ruangan umum yang berisi kursi dan meja kerja yang disediakan sebagai tempat berdiskusi) dan salle de manger (ruangan makan yang juga sekaligus dapur umum). Namun gw tidak menemukan dimana ruang laundry.

Beres dari bank LCL (baca lagi: Stepen di Toulouse Ep. 3), gw pun kembali mengelilingi residence 4 demi mencari ruang laundry. Kali ini, gw dengan autisnya menjelajahi lantai 1, 2, 3, dan 4. Gw berjalan dari ujung koridor ke ujung koridor lainnya sambil menatapi setiap pintu yang gw lewati, layaknya kakek-kakek pencuri pakaian dalam di manga Ranma 1/2. Gw berharap salah satu dari pintu itu tersebut adalah pintu menuju ruang laundry, namun sampai lantai 4 beres gw jelajahi, ruangan laundry masih juga belum gw temukan. Lelah, gw pun naik kuda turun ke lantai dasar.

Di lantai dasar, gw pun mendapati ada beberapa orang sedang makan bersama di salle de manger. Setelah gw menghapus liur gw, gw pun berjalan memasuki salle de manger untuk bertanya kepada mereka tentang letak ruang laundry. Kata mama, malu bertanya sesat di jalan. Akan tetapi sebelum sempat bertanya, tiba-tiba gw mendapatkan flashback tentang seorang teman lama gw yang bernama Alus. Alus adalah teman kuliah gw dulu di ITB. Doi adalah seorang babem (batak tembem) yang bijak yang sangat gw kagumi. Adapun kata-kata bijak dari beliau yang sampai saat ini selalu gw ingat dan gw terapkan adalah: “Pandai bah dunia ngaturnya!”. Hingga saat ini gw masih ga tau apa maksud kata-kata tersebut.

Gw ingat saat Alus baru pertama kali tinggal di Bandung. Waktu itu, doi naek motor satria 2tak-nya keliling Bandung mencari PizzaHut Dago sambil menebar polusi. Setelah lelah mencari, doi berhenti di pinggir jalan untuk bertanya kepada seorang satpam dimana PizzaHut Dago dan sang satpam dengan herannya menjawab “itu”, sambil menunjuk papan PizzaHut yang segede gaban yang ada di depan mata Alus. Jadi tidak selamanya malu bertanya itu sesat di jalan.

Tidak mau bernasib sama seperti Alus, gw pun mengurungkan niat gw untuk bertanya dan kembali ke kamar gw untuk maen barbie.

Waktu pun terus berjalan dan seiring dengan menumpuknya cucian kotor gw, gw perlahan demi perlahan memperluas ekspedisi gw. Gw menjelajahi ulang residence 4 in case I missed something dan kemudian melanjutkan ekspedisi gw ke residence 3 dan 5 yang ada di sebelah. Gw juga sempat ke MDE alias Maison Des Eleves yang adalah bangunan utama tempat kebanyakan anak2 nongrong. Akan tetapi, ruang laundry juga ga ada di sana. Di MDE, cuman ada kantor admin, kantin, dan fasilitas fitnes. Hingga hari ke-7 gw di dorm, gw masih juga belum tau ada dimanakan ruangan laundry dorm gw.

Untunglah, di hari ke-8, alam semesta memberikan petunjuknya kepada gw. Saat itu,  hari minggu tanggal 28 Agustus 2016, gw keluar kamar buat ngebuang sampah-sampah gw dan saat akan kembali ke kamar gw, secara tidak sengaja gw berpas-pasan dengan seorang wanita etnis Tionghoa yang sedang membopong tas besar yang menurut dugaan gw berisi cucian kotor. Gw pun membatalkan niat gw untuk kembali ke kamar dan dengan pura-pura acuh tak acuh, gw membuntuti doi berjalan. Supaya ga dikira stalker, gw pun bersiul dan selalu membuang muka gw ke arah kanan setiap kali sang gadis menengok ke belakang, ke arah gw. Perlahan namun pasti, doi membimbing gw ke arah tempat laundry dan di luar dugaan, ternyata ruang laundry tersebut ada di basement residence 2 yang letaknya cukup jauh dari residence 4 (#excuse).

Kegirangan, gw pun langsung kembali ke kamar gw dan mengambil semua cucian bau gw dan beranjak ke ruang laundry. Di sana, tersedia sekitar 10 mesin cuci otomatis dan 4 mesin pengering baju. Sayangnya, di luar dugaan, mesin-mesin tersebut tidak gratis. Untuk sekali cuci, ongkosnya adalah 3.9 Euro alias sekitar 60rebu rupiah alias 2 paket winger KFC plus 2 cream soup. Sementara untuk mesin pengering, adapun ongkosnya adalah 0.2 Euro per 5 menit. Kecewa, gw pun langsung kebelakang pusing (Kebelakang pusing = bahasa Malaysianya balik badan) dan meninggalkan ruangan laundry. Karena pelit itu pangkal kaya.

Stepen – lelaki yang belum nyuci bajunya

Advertisements
This entry was posted in Indonesian Post, Personal Blog, Stepen in Toulouse. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s