Stepen di Toulouse Ep 3: Masalah Nama

Ini adalah postingan trilingual (asek). Klik tautan berikut untuk Stepen in Toulouse Ep 3 versi bahasa Inggris dan tautan berikut untuk Stepen en Toulouse Ep 3 versi bahasa Perancis.

23 Agustus 2016, setelah 3 film dan 3 jam nahan pipis akibat ga mau mengganggu pasangan sebelah yang lagi indehoy, akhirnya gw tiba di tempat yang gw impi-impikan: Toulouse! Yep, begitu pesawat gw touch down, gw langsung memalingkan pandangan gw ke jendela dan mata sipit gw langsung membesar dan bersinar-sinar begitu gw melihat logo Sinar Mas yang terpasang di hampir semua gedung yang ada di kompleks bandara Toulouse Blagnac. Yep, yang gw maksud dengan logo Sinar Mas tak lain tak bukan adalah logo Airbus. Hingga saat ini, gw sendiri juga bingung kenapa logo Airbus sama Sinar Mas bisa sama persis, cuman beda warna. But, anyway, that was not the best part. The best part was when we taxied from the runway and I saw three Belugas in the parking lot, just 500m away.

Yes, Beluga!

Okay, bagi kalian orang-orang awam non-aeronotik, jangan bingung dulu, gw akan jelaskan apa yang gw maksud dengan Beluga. Itu bukan sejenis ikan paus atau lumba-lumba atau sejenis makanan, tapi itu adalah pesawat terbang cargo super gaul ciptaan Airbus. Beluga adalah pesawat Airbus tipe A300 yang dimodifikasi untuk membawa parts atau bahkan badan/fuselage pesawat lain yang lebih kecil. Akibat dari modifikasi demi fungsi cargo tersebut, penampakan Beluga jadi mirip pesawat yang kena tumor di bagian kepalanya, kayak paus Beluga, hence the name.

Bagi gw, pesawat-pesawat aneh macam Beluga ini kayak artis ngetop di dunia perpesawatan. So, when I saw them, the inner child in me just kicked in dan seketika mata sipit gw pun jadi belo dan jereng. Sayangnya, saat taxi tersebut, gw sedang tidak punya kamera yang lagi standby. Alhasil, gw ga punya foto untuk dipamerin.

Okay, cukup bagian sharing inspirationalnya, sekarang waktunya sharing kedodolan gw because that is the point of this blog: to share my absurdness/absurbdipity to the whole world.

Adapun hari pertama di Toulouse, jadwal gw sangat padat. Gw landing jam 10.25 di Toulouse, jam 13.30 gw harus uda ada di dorm untuk ngurus2 administrasi dan serah terima kunci, dan jam 14.30 gw ud harus ada di bank LCL buat buka rekening dan beli housing insurance yang sertifikatnya harus gw kembalikan ke admin dorm gw pada hari yang sama. Belum lagi gw juga harus bertemu dengan Metta, salah satu fans berat gw yang jauh-jauh dateng dari Strasbourg ke Toulouse demi jadi translator pribadi gw bertemu gw. Yes, gw seganteng itu.

So, dengan service dari kampus gw yang sangat baik, gw pun dijemput lelaki separuh baya ganteng di airport dan dianterin ke dorm kampus gw. Jam setengah 12an, gw pun sampe di dorm dan langsung mengurus administrasi dan serah terima kunci. Kurang lebih jam 12, administrasipun beres dan gw ud duduk kipas-kipas sambil makan Beng-beng yang diselundupin nyokap ke tas gw. Cilakanya, dorm gw ga punya WiFi gratisan yang bisa gw gunakan secara cuma-cuma dan satu2nya akses internet yang gw punya adalah dengan kabel LAN, yang mana gw ga bisa pake karena:

  1. Surface gw ga ada colokan LAN-nya
  2. Desktop gw ada colokan LAN-nya, tapi ga ada monitornya.

Alhasil, gw pun ga punya akses internet buat menghubungi Metta ataupun buat nyari jalan ke bank LCL. Setelah 1 jam bingung, panik, dan sajojo-sajojo di dalem kamar, gw memutuskan untuk pergi ke kampus untuk mengambil kartu SIMcard dan kartu langganan metro yang ud disiapkan kampus buat gw. Gw berharap, SIMcard gw ud diisiin paket internet sepuasnya tanpa batas untuk 1 tahun. Sayangnya enggak. SIMcard gw kosong dan bahkan gw harus registrasi dulu SIMcardnya baru bisa dipake. Untungnya si mas-mas ganteng yang bertugas ngebagiin SIMcard tersebut berbaik hati menunjukkan gw dimana bank LCL. Berbekal foto google map dari desktop doi, gw pun melangkah keluar dari kampus dan mencari bank LCL.

Di luar dugaan, walaupun otak gw ini volumenya fluktuatif, ternyata gw berhasil menemukan bank LCL dengan mudah. Di sana juga gw ketemu mas-mas ganteng anak PhD dari Kamboja yang dengan baiknya menawarkan diri untuk men-tether internet doi setelah gw kedipin. Gw pun langsung menghubungi Metta, nyuruh doi nyamperin gw di bank LCL. Jam 2.30, everything is under control.

Sekitar jam 3an, Metta pun nyampe di TKP dan proses ngebuka rekening pun dimulai (tentu saja dengan bantuan Metta sang translator gratisan yang ga gw gaji). Gw menunjukkan dokumen2 yang diperlukan sambil sesekali ngedipin mbak2 petugas banknya. Doi pun membalas dengan tatapan jijik seperti tatapan mak gw saat melihat ada kecoa di dalam ransel sekolah gw. Sampai pada akhirnya doi sadar bahwa nama gw di Paspor cuman ada 1 kata, alias tanpa nama keluarga. Dan ini pun jadi masalah, karena di system, adalah wajib untuk memasukkan last name. Sebenernya, masalah ini simple sih. Di Jepang dulu, either nama gw jadi Stepen Stepen (First name: Stepen, Last Name Stepen) atau nama gw jadi Ste Pen (First name: Ste, Last name: Pen). Sayangnya, si mbak takut melanggar SOP dan tetek bengek lainnya, alhasil, doi memutuskan untuk menanyakan kasus aneh ini ke kantor pusat. Dan seperti layaknya wanita laen yang hendak menolak cinta gw, gw pun digantung. Si mbak ini bilang bahwa gw ga bisa bikin rekening bank sekarang. Doi harus menunggu keputusan kantor pusat dan doi berjanji akan nelpon gw lagi setelah dapat kabar dari bank. Great!

Eniwei, long story short, 3 hari kemudian, doi pun nelpon gw cuman demi ngasih tau kalau gw ga bisa buka rekening di LCL karena ketidakadaan family name gw. So, jumat tanggal 26 jam 1 siang gw pun termenung di kamar gw, tanpa rekening bank, housing insurance, ataupun pendamping hidup. Untungnya 3 jam kemudian gw menemukan sebuah bank yang mau menerima gw apa adanya. Sekarang, tinggal pendamping hidup yang mau menerima gw apa adanya aj yang belum ketemu. Wish me luck on that one.

Stepen – lelaki yang pasrah

Advertisements
This entry was posted in Indonesian Post, Kisah Hidup Stepen OjoNgono, Personal Blog, Stepen in Toulouse. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s