Stepen di Toulouse Ep 1: Patah Hati Jelang Keberangkatan

Ini adalah postingan trilingual (asek). Klik tautan berikut untuk Stepen in Toulouse Ep 1 versi bahasa Inggris dan tautan berikut untuk Stepen en Toulouse Ep 1 versi bahasa Perancis.

Tanggal 22 Agustus nanti, gw akan pergi ke Perancis, tepatnya ke Toulouse, buat mendekatkan diri gw ke mimpi gw, yakni menjadi seorang aerospace engineer yang handal dan digandrungi para wanita muda. Kenapa harus Perancis dan Toulouse? Simple, karena Concorde dibuat oleh Perancis. Well, dibuat oleh Perancis dan Inggris sih to be exact, tapi kalo disuruh milih antara Inggris dan Perancis, tentu saja gw milih Perancis, cause French has Thierry Henry.

Eniwei, jadi, gw akan bersekolah di sekolah gaul yang bernama ISAE, yang adalah gabungan dari 2 sekolah aeronautik* ternama di Perancis: Supaero dan Ensica. Adapun program yang akan gw ambil adalah program TAS-Aero. Sebenarnya, program ini adalah program dalam bahasa Inggris, which means gw ga perlu belajar Perancis untuk bisa mengikuti program ini dengan baik. Tapi secara gw bertujuan akhir untuk kerja di sini dan juga berharap mendapatkan wanita Perancis yang soleha, gw berpikir ada baiknya gw belajar bahasa Perancis. Dan, 3 bulan yang lalu pun gw memutuskan untuk mengikuti kursus Perancis super intensif di IFI Thamrin.

Sebagai murid baik pada umumnya, gw pun datang ke tempat kursus ini dengan tujuan mulia: belajar Perancis yang baik dan benar. Sayangnya, pucuk dicinta ulam pun tiba. Siapa sangka di tempat les ini gw bertemu dengan seorang wanita muda, cantik, dan berbakat, yang namanya dalam bahasa Jepang berarti cinta yang indah (kalau gw ga salah inget). Yes, gw jatuh cinta. Saking cintanya, gw sampe guling-guling di kasur sambil gigitin bantal tiap kali gw mikirin doi. Sayangnya, cinta gw tidak akan pernah terbalas karena doi ga naksir sama gw doi dan gw adalah guru dan murid.

Sadar bahwa hubungan asmara antara guru dan murid itu adalah tabu, terutama bila sang murid jeleknya ga ketulungan, gw pun meneruskan studi gw di IFI dengan menderita dan sambil memendam rasa di dalam dada ini sampai akhirnya rambut gw rontok dan gigi gw kuning karena jarang gosok gigi. Gw pun melewati hari gw tanpa semangat sampai akhirnya awal bulan ini gw sadar, sebentar lagi gw akan berhenti kursus di IFI karena harus mempersiapkan keberangkatan. Ini berarti hubungan gw dengan doi akan segera berubah dari antara seorang guru dan murid menjadi antara seorang wanita dan laki-laki yang pengangguran. Hidung gw pun kembang kempis. Sayangnya semua tak berjalan seperti yang gw harapkan

Di hari yang gw tunggu-tunggu, hari dimana gw terakhir ngeles, doi memanggil gw untuk mengenalkan gw ke kolega doi yang laennya. Di satu sisi, gw seneng. Ternyata masih ada yang ngefans sama gw. Tapi di satu sisi, hati gw hancur berkeping-keping karena ini berarti doi sama sekali ga ada rasa dengan gw. Gw pun pundung dan hingga saat ini belum mandi karena sedih.

Sekian postingan pertama Stepen in Toulouse. Gw sengaja ga bikin panjang-panjang biar gw ga mabok nerjemahinnya ke versi Perancisnya.

Stepen – lelaki yang patah hati

*) Kenapa gw sebut aeronautik, bukan penerbangan? Biar orang awam ga ngira gw mau jadi pilot!

Advertisements
This entry was posted in Indonesian Post, Kisah Hidup Stepen OjoNgono, Personal Blog, Stepen in Toulouse. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s