Musibah Paket Winger

Hari ini gw sedih sekali karena ud 2 hari maen tinder tapi belum dapet match juga. Eh, bukan, bukan itu deng. Itu emang bikin gw sedih, tapi bukan itu yang mau gw ceritain di postingan ini. Yang mau gw ceritain adalah tentang gw yang sedih karena gw mengalami musibah besar hari ini. Adapun musibah ini adalah musibah yang paling ekstrim dan yang paling berat yang pernah gw alami dalam hidup gw. Saking beratnya, gw sampe perlu nonton video klipnya Astuti by Agung Hercules buat mencegah depresi mental yang ujung2nya menyebabkan gw ngelopekin cat dinding di kamar gw yang kemudian disusul dengan emak gw yang marah besar dan ngelempar gw ke tong sampah. Fiuh, panjang yah, untung ditulis, bukan diomongin.

Eniwei, fokus, Stepen, fokus.

Jadi sampe mana tadi? Oh, iya, musibah besar.

Jadi hari ini, seperti para jomblo2 bapuk pada umumnya, gw pergi ke BSD plaza buat nonton Suicide Squad. Kenapa gw pilih BSD Plaza? Simple, soalnya satpamnya ganteng. Gw yang berencana untuk nonton yang jam 17.30 ini brangkat naek sepeda dari rumah sekitar jam 15.00 dan di luar dugaan, ternyata gw sampe sana 16.00. Secara gw kepagian dan juga kesepian, gw pun memutuskan untuk makan KFC dulu, mumpung ga ada mama. And that’s when my misery starts.

Gw yang baru saja beli tiket, berjalan ke arah kasir KFC. Dalam pikiran gw saat itu cuman ada satu: Paket Super Besar 2 yang berisi 2 ayam, 1 nasi, dan 1 softdrink yang berharga 44ribu rupiah termasuk pajak. Sesampainya di depan kasir, si mbak-mbak KFC pun langsung menyapa gw dengan ramah:

“Selamat sore, mas, silahkan, mau coba paket berduanya?”

Dengan refleks sambil senyum manis ala Kim Jong Un, gw pun membalas pertanyaan doi:

“Lah, paket berdua, saya sendirian begini…”

Dan dengan polosnya si kasir merespons:

“Emang pacarnya ga diajak, mas?”

Seketika gw pun baper dan air mata pun mengalir dari mata gw (Iya iyalah, masa dari idung, itu mah ingus) dan dengan suara bergemetar menahan tangis, gw menjawab:

“Udah ninggalin saya kawin sama orang lain, mbak…”

Setelah ditenangkan mas-mas KFC yang lagi nyapu di depan kasir, gw pun kembali tenang dan langsung memesan paket favorit gw: Paket Super Besar 2 yang berisi 2 ayam, 1 nasi, dan 1 softdrink yang berharga 44ribu rupiah termasuk pajak. Kira-kira begini bunyi orderan gw:

“Mbak, paket super besar 2 yah, mbak, yang berisi 2 ayam, 1 nasi, dan 1 softdrink yang berharga 44ribu rupiah termasuk pajak… “

Dan si embak menjawab:

“Ayamnya yang original atau crispy?”

“Yang crispy aj mbak”

“Aduh, kalo yang crispy tinggal paha bawah sama sayap aj, pak…”

Seketika gw pun baper dan air mata pun mengalir dari mata gw (Iya iyalah, masa dari idung, itu mah ingus) (dan ini bukan copy paste dari kalimat yang di atas, gw ketik ulang). Untungnya dengan cepat si mbak menawarkan paket Winger yang isinya 2 sayap, 1 nasi, dan satu minum yang harganya cuman setengah dari harga paket suepr besar 2. Gw pun langsung mengiyakan begitu ngeliat kulit-kulit sayap-sayap ayam-ayam di rak pemanas yang ukurannya abnormally big. Dunia pun kembali damai. But the worst has yet to happen.

Gw pun bayar, ngambil paket winger gw, dan berjalan sambil bersiul ke arah salah satu meja yang kosong. Oke, gw boong, gw ga bisa bersiul. Sesampainya di meja, gw pun melakukan ritual standar gw saat makan KFC: naburin garem sama merica ke nasi, ngelopekin kulit ayam buat dimakan terakhir; dan kemudian makan secara normal. Setelah kurang lebih 10 menit berjalan, nasi ud tinggal seperempat, kulit ayam bertumpukan di sebelah barat daya piring, dan daging ayam hampir habis, gw secara tidak sengaja menumpahkan pepsi gw ke atas piring gw.

Seketika gw pun baper dan air mata pun mengalir dari mata gw (Iya iyalah, masa dari idung, itu mah ingus) (again, ini bukan copy paste, gw ketik ulang). Kulit ayam gw yang indah rupawan pun terguyur pepsi dan mendadak melempem. Tiba-tiba rasa excited gw yang tengah menganticipate nikmatnya kulit ayam yang gw sisihin tiba-tiba sirna. Gw mencoba untuk mencicipi kulit ayam lepek tersebut dan ternyata rasanya jadi manis, thanks to that stupid pepsi. Dan seketika nafsu makan pun hilang. Tapi karena kata mama ga boleh nyisain makanan, gw pun tetap menyantapi kulit ayam manis tersebut sampai habis.

Kira-kira demikianlah cerita sedih gw di hari Rabu ini. Sekarang saatnya nonton video klipnya Astuti by Agung Hercules untuk menghibur diri gw dari kesedihan ini.

Stepen – sedang sedih

Advertisements
This entry was posted in Indonesian Post, Kisah Hidup Stepen OjoNgono, Personal Blog. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s