Kepada bapak Harland

Selamat sore, pak, salam goyang…

Perkenalkan, nama saya Stepen, saya tidak kenal bapak dan bapak tidak kenal saya.

Walaupun begitu, saya amat sangat berterima-kasih karena bapak telah menciptakan makanan yang paling enak yang pernah saya cicipi di muka bumi ini. Dengan 11 bumbu rahasia yang hingga jaman kemajuan internet ini saya bingung masih tetap bisa rahasia, bapak berhasil menciptakan sesuatu yang setiap kali saya makan membuat saya ingin poco-poco di tempat. Saya pun tak kuasa menahan gejolak untuk ngelopekin (menguliti/mengelupaskan) kulit berbumbu tersebut untuk disisihkan dan dimakan terakhir setelah saya mandi kembang makan dagingnya. Ya, saya sangat mencintai makanan yang bapak ciptakan. Bahkan, saya pernah me-unfriend teman terdekat saya di facebook karena menghianati saya dengan mengambil secuil kulit gurih dari piring saya saat saya pergi ke WC untuk cuci tangan.

Saya tahu, bapak tidak akan membaca surat ini karena bapak tidak lagi bersama dengan kami. Walaupun begitu, saya sangat ingin mengungkapkan rasa cinta saya kepada kulit ayam gurih ciptaan bapak karena saya tahu, sama seperti saya, banyak sekali jiwa-jiwa tersesat yang terselamatkan dan menemukan kembali jati dirinya setelah mengecap ayam goreng ciptaan bapak. Saya masih ingat, saat itu saya sedang lapar dan putus asa dengan skripsi saya yang tak kunjung selesai. Di tengah keputusasaan itu, saya berniat untuk mengakhiri hidup saya dengan menahan nafas sambil kayang (Please, bagi teman-teman yang sedang dilanda duka, jangan dicoba). Namun, di detik-detik terakhir saya menahan nafas, layaknya di pelem-pelem telenovela kelas dua, flashback tentang kenangan-kenangan indah sepanjang hidup saya pun muncul dan saya teringat akan kulit ayam fantastis ciptaan bapak. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk makan dulu. Kebetulan di deket kos saya, ada gerai yang menjual ayam goreng bapak dan waktu itu masih awal bulan, saya pun memutuskan untuk menikmati ayam goreng ciptaan bapak. Saya yang saat itu depresi pun mendadak amnesia saat menikmati kelezatan kulit ayam gurih ciptaan bapak dan saya jadi lupa kalau pas pulang nanti harus bunuh diri, saya malahan cuci baju pas pulang.

Jadi, sekali lagi, terima kasih atas kenikmatan dunia yang bapak cintakan. I love you for it.

Stepen – 30 Hari Menulis Surat Cinta

Advertisements
This entry was posted in Indonesian Post, Personal Blog, Random Pointless Post. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s