Me vs The Dogs

Ini adalah kisah kepahlawanan gw dengan belalang tempur gw. Kisah ini terjadi hari minggu kemarin (27 Maret 2011), sekitar jam 10 siang, ketika kesembilan planet di sistem tata surya kita berada dalam satu sistem tata surya. Saat itu, teman-teman gw, sebut saja Mr SN (bukan nama sebenarnya), Riki Nindya Ananda (juga bukan nama sebenarnya), dan Helvines Corazon Acha-Acha Pariha Hehe (juga bukan nama sebenarnya, suer!) baru saja selesai berlatih badminton untuk kompetisi satwa cerdas yang akan diadakan bulan depan di Kebun Binatang Ganesha.

Selesai berlatih, mereka pun dengan lelah dan tertatih-tatih berjalan turun dari Cisitu atas menuju kosan mereka di Cisitu bawah. Ibarat nenek-nenek jompo yang baru saja operasi pinggang, mereka berjalan dengan lemah lunglai. Tiba-tiba seekor anjing pemburu (Ya, ada anjing pemburu di Cisitu. Tingginya sekitar 1.5meter, giginya bertaring, ekornya melambai, dan kakinya 4. Percayalah…) datang dan menghadang mereka. Mr SN selaku satu-satunya lelaki di antara ketiga orang ini pun dengan sigap maju ke depan menghadang balik anjing pemburu ini. Sayangnya, dengan satu gonggongan, Mr SN pun pipis di celana lalu terkapar pingsan.

Sang anjing pemburu pun berbalik ke arah para wanita dan perlahan-lahan mendekati mereka. Setiap langkah membuat kedua wanita itu semakin histeris. Riki mulai menangis sampai ingusan dan Helvines mulai komat-kamit membaca mantera. Dalam sekejap mata, sang anjing pemburu melompat menerkam menerjang dan menghampar kedua wanita belia tersebut. Riki dan Helvinespun memejamkan matanya.

Suasana hening, angin bertiup, rumput bergoyang, dedaunan berterbangan, dan soundtrack Superman pun dimainkan (Bagi yang punya soundtrack Superman yang Tetetetet tet, totetotetottt, harap dimainkan sambil membaca bagian berikut ini). Riki dan Helvines pun membuka matanya dan mendapati gw (Stepen) dan belalang tempur gw di depan mata mereka dengan sang anjing pemburu yang menggigit tangan gw. Ya, gw melindungi mereka. Tepat sebelum anjing pemburu tersebut melayangkan gigtan ke leher rapuh kedua wanita belia ini, gw mengorbankan tangan gw untuk melindungi mereka (Klo ga percaya, cek tangan kanan gw, ada bekas luka digigit anjing berikut dengan bau liurnya yg ga ilang2).

Gw melepaskan tangan gw dari gigitan sang anjing pemburu. Sang anjing tampak marah. Dia menggigit gw, gw gigit balik. Dia gonggong, gw gonggong. Dia pipis, gw pun pipis. Dan akhirnya sang anjing pemburu berlari meninggalkan gw dan kedua wanita lemah tersebut.

Riki dan Helvines tampak traumatis sementara Mr Sn tampak bau pesing. Gw pun menenangkan mereka lalu pergi meninggalkan mereka dengan belalang tempur gw untuk membasmi kejahatan yang lain di muka bumi ini.

Advertisements
This entry was posted in Indonesian Post, Kisah Hidup Stepen OjoNgono, Personal Blog. Bookmark the permalink.

7 Responses to Me vs The Dogs

  1. chellashop says:

    bohong banget…
    khayalan tingkat tinggi…ckckck

    Like

  2. linkse says:

    rabies lu Pen! efek gigitan anjing jadi ngayal ga jelas!

    Like

  3. linkse says:

    brarti icha beneran nularin rabies ya?? *wondering*

    Like

  4. riki nindya says:

    baru ngebaca…
    *khayalan lu kok jelek sih pen??wkwkwkwk…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s