The Aero Girls – Chapter Four

Dyah’s Story – My first chat date alone

***

Hari ini hari sabtu, jam 20.54. Seperti malam minggu biasanya, aku menolak semua ajakan untuk jalan di malam minggu dan duduk di depan komputer untuk chatting malam mingguan dengan Ardi. Sudah sekitar 5 bulan kami melakukan hal ini. Ya, berarti sudah 5 bulanan Ardi meninggalkan aku untuk studi S2nya di Korea Institute of Structure Science alias KISS.

Ardi adalah pacar ke-sembilanku dan aku harap juga pacar terakhirku. Kami mulai dekat ketika kerja praktek bersama-sama di Rajawali Indonesia Airlines. Ketika itu, kami sering berkelahi dan saling mengejek. Ketika itu, rasa benci dan sebal adalah satu-satunya kupikirkan saat mendengar namanya. Namun makin lama, rasa itu berubah menjadi rasa sayang dan kami pun menjadi ketergantungan satu dengan lainnya. Dua bulan setelah kerja praktek, kami pun jadian.

Setelah kurang lebih 1 tahun jadian, Ardi mendapatkan beasiswa untuk studi S2 di KISS dan ia memutuskan untuk mengambilnya. Kami pun berkomitmen untuk meneruskan hubungan ini, walaupun harus long distance. Untuk mengatasi rasa kangen di antara kami, kami pun memutuskan untuk chatting setiap malam minggu sebagai ganti kencan kami. Ya, seperti yang akan kami lakukansebentar lagi.

***

Sekali lagi aku melihat jam usang di dinding kosanku. Pukul 22.25, namun nama Ardi belum juga online di GBTC messenger. Ada apa ya? Tidak biasanya Ardi terlambat online. Bahkan dia biasanya sudah online dari jam 20.30 dan aku yang terlambat untuk online. Kalaupun dia ada urusan, biasanya dia selalu kirim email, tapi hari ini tidak ada satu e-mailpun dari dia.

Aku menarik nafas panjang. Di kepalaku, berputar sejuta kemungkinan alasan kenapa Ardi tidak online malam ini. Apa dia cuma lupa? Apa internetnya rusak? Atau ada sesuatu yang terjadi padanya? Aku pun membuang jauh-jauh pikiran negatifku. Paling Ardi cuma lupa. Tidak ada apa-apa.

***

Jam usangku sudah menunjukkan pukul 1.13. Mataku sudah terasa berat dan aku tidak dapat menahan rasa kantukku lagi. Ardi masih juga belum online. Apa boleh buat, aku pun membuka kembali GBTC messengerku dan mengirimkan offline message untuk Ardi, lalu berpindah ke kasur untuk tidur. Malam ini, kurasa tidurku tidak akan senyenyak biasanya.

***

You currently appear offline to dyah_lestari_87

dyah_lestari_87: NDuuut, kamu kemana? Kok ga OL?

dyah_lestari_87: Aku tidur yah. Pokoknya nanti harus ada kencan chatting pengganti, soalnya yang sekarang batal.

dyah_lestari_87: Dadah, ndut…

~fin~

Advertisements
This entry was posted in Fiction, Indonesian Post, Personal Blog and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to The Aero Girls – Chapter Four

  1. Hicha Aquino says:

    jiahh… gw kirain lu ngerjain tesis. ternyata.. ckckckk..
    eh, eh, kok yang ini pendek banget pen?

    Like

  2. rikinindya says:

    pacar ke-9??
    sontoloyo koe pen…
    jadi berasa bayu versi cewekkk…
    hahahha..
    KISS??=p
    lumayanlah, ga jauh2 amat dari versi aslinya…(kecuali pacar ke-9)..
    Lanjutkan…!!!!:)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s